Monday, June 14, 2010

Vulnerability Assessment of Urban Infrastructure to Climate Change Impact (Case Study : School Building SMPN/SMAN/SMKN Palembang City)

KAJIAN KERENTANAN INFRASTRUKTUR KOTA TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM (STUDI KASUS GEDUNG SEKOLAH SMPN/SMAN/SMKN KOTA PALEMBANG)

Norma Puspita , Budhi Setiawan dan Sarino

Palembang yang merupakan kota sungai karena banyak dialiri anak-anak sungai yang bermuara ke sungai Musi yang membelah kota Palembang perlu mengantisipasi dampak – dampak perubahan iklim. Menurut Arief Anshory Yusuf dan Herminia Francisco (2009), kota Palembang menduduki peringkat ke 16 dari tempat (distrik) paling rentan terhadap perubahan iklim di Asia Tenggara. Berdasarkan laporan IPCC dampak perubahan iklim pada daerah pesisir pantai / sungai yang mempunyai resiko paling tinggi adalah badai tropis, banjir dan meningkatnya muka air laut. Menurut CSIRO (2007), jenis infrastruktur yang memiliki resiko paling tinggi terhadap dampak perubahan iklim adalah infrastruktur gedung atau bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan dari kajian kerentanan tingkat meso – level (regional/propinsi) dan memberikan informasi tingkat kerentanan infrastruktur gedung sekolah SMPN/SMAN/SMKN terhadap dampak perubahan iklim di kota Palembang. Bagian paling utama untuk menentukan tingkat kerentanan adalah indeks kerentanan infrastruktur (IVI). Indeks kerentanan infrastruktur ditentukan berdasarkan indikator – indikator kerentanan infrastruktur gedung seperti jumlah pengguna gedung (murid, guru dan pegawai), luas gedung, jarak gedung dari sungai dan infrastruktur drainase. Tingkat kerentanan infrastruktur diklasifikasikan berdasarkan 3 level yaitu rendah (low), sedang (moderate), dan tinggi (high). Analisa akhir pada kajian kerentanan adalah analisa resiko dengan melakukan overlay antara bahaya (banjir dan kenaikan muka air laut) dan tingkat kerentanan infrastruktur gedung. Analisa yang dilakukan secara kualitatif menggunakan aplikasi ILWIS. Penelitian ini menghasilkan tingkat kerentanan infrastruktur gedung pada kondisi sekarang (current) dan proyeksi yang akan datang (future), yang divisualkan dalam peta kerentanan dan resiko kota Palembang.

Kata kunci: perubahan iklim, kerentanan, infrastruktur, IVI, ILWIS.

Paper ini publish pada Prosiding Konferensi Nasional Pascasarjana Teknik
Sipil (KNPTS) 2010 dengan No. ISBN: 978-979-16225-5-4

Share

0 komentar:

Ikuuuut yuuuuks ........