Monday, July 21, 2014

The Gandhi of Java

Nama The Gandhi of Java tidak banyak yang mengenalnya atau malah belum pernah mendengarnya sama sekali, salah satunya adalah saya ... Jika saya tidak membaca otobiografi Tokoh sejarah favorit saya manalah mungkin saya tau The Gandhi of Java itu siapa.
The Gandhi of Java adalah sebutan kepada Mohammad Hatta dari para cendekia luar negeri pada masa itu. Disebut Gandhi karena perjuangan Beliau untuk kemerdekaan Indonesia mirip dengan perjuangan Mahatma Gandhi dari India.
Mohammad Hatta the founding father of Republic of Indonesia, sang Proklamator, Bapak Koperasi Indonesia, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.




Saya baru saja menyelesaikan bacaan otobiografi Mohammad Hatta : Untuk Negeriku, buku yang membahas tentang tokoh sejarah Indonesia yang satu ini sudah lama saya cari ... ini pun tak sengaja ketemu di salah satu sudut rak buku di gramedia, tinggal satu - satunya. Alhamdulillah akhirnya ketemu juga.
Beliau adalah tokoh sejarah Indonesia favorit saya, walaupun kebanyakan orang mengidolakan tokoh Proklamator yang satu nya (Bng Karno), tidak begitu dengan saya ... walaupun saya tidak menampikkan jasa Bung Karno sebagai salah satu Proklamator Indonesia.
Kenapa saya mengidolakan Bung Hatta:
1. berhati lurus
2. teguh pendirian
3. jujur
4. kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadinya
5. meletakkan masa depan bangsa sebagai tujuan hidupnya
6. menyelaraskan ucapan dan tindakan

Pertama kali jatuh hati dengan sosok Bung Hatta ketika membaca disebuah buku (lupa bukunya, tapi kalimat ini yg terngiang - ngiang di ingatan saya) bahwa beliau tidaka akan emikirkan kesenangan pribadinya (menikah) sebelum Bangsa Indonesia Merdeka.

Buku yang selesai saya baca ini merupakan cetakan ke 3, yang terbagi kedalam tiga buku yaitu
Buku 1 : Bukit Tinggi - Rotterdam lewat Betawi
Buku 2 : Berjuang dan Dibuang
Buku 3 : Menuju Gerbang Kemerdekaan

Otobiografi ini aslinya diselesaikan sebelum beliau meniggal dunia pada tahun 1980, hmmm ... saya aja belum lahir ketika Beliau meninggal :(
Pada waktu membeli buku ini saya mencari - cari di daftar isi tentang keseharian beliau dengan keluarga Beliau setelah Indonesia Merdeka tetapi tidak satupun yang saya temukan. Sehingga isinya benar - benar tentang perjuangan Beliau sampai Indonesia Merdeka.
Tentang kelahiran beliau pun cuma ditemukan disalah satu sudut foto Beliau dengan kakak perempuannya yang bernama Rafiah bahwa Beliau dilahirkan dengan nama Muhammad Athar dan dipanggil dengan nama Atta. Kronologis perubahan nama dari Muhammad Athar menjadi Mohammad Hatta pun tidak ditemukan.
Tentang pernikahan beliau pun hanya ditemukan disebuah foto pada halaman terakhir Buku ke3, Foto Bung Hatta dan Bu Rachmi yang sepertinya baru saja melangsungkan pernikahan karena Bu Rachmi memakai untaian melati, dibawah foto itu tertulis "Aku bersama istri pada hari pernikahan tanggal 18 November 1945 di Megamendung Bogor"

Kalau kesimpulan yang saya baca setelah membaca buku ini bahwa ketika keadaan terdesak Bung Karno tidak dapat berfikir (maaf klo kesimpulan saya salah), tetapi Bung Hatta dengan berfikiran jernih mampu mengeluarkan (kalau saya bilang menciptakan) isi teks proklamasi, memang benar teks proklamasi itu adalah tulisan tangan Bung Karno, tetapi itu adalah buah fikiran dari Mohammad Hatta yang didiktekan kepada Bung Karno untuk dituliskan.
Hal paling menggembirakan di hidup beliau adalah du aperistiwa yakni Ketika memproklamasikan Indonesia Merdeka dan menerima penyerahan kedaulatan Kerajaan Belanda kepada Republik Indonesia Serikat. (Meutia Farida Hatta Swasono).
Sebenarnya masih banyak lagi hal - hal yang menggelitik di buku ini, tapi klo penasaran silahkan baca buku otobiografi Mohammad Hatta, tidak ada salahnya mengenal pendiri Republik Indonesia ini.

Share

0 komentar:

Ikuuuut yuuuuks ........