Friday, April 1, 2011

Benteng - Benteng di Bengkulu

dah lama gak update blog ... jadi pengen nulis lagi, kebetulan hari Jum'at sampe minggu kemarin pulang kampung dan menghabiskan weekend dengan keponakan dan adikku ... Weekend dihabiskan dengan jalan (main sepeda) ke Pantai Panjang dan ke Benteng Marlborough. Sebelum - sebelumnya kalo ke Banteng ini cuma buat foto - foto aja, belum peduli dengan sejarah berdirinya benteng ini.
Karena kemarin jalannya sama keponakan yang kelas 2 SD, mau gak mau memperhatikan satu persatu tulisan tentang sejarah Benteng ini.
Benteng (Fort) Marlborough terletak di pinggir pantai di kota Bengkulu tepatnya di sebelah gerbang Kampung China.

Sebelum memasuki bangunan benteng kita hrs melewati sebuah Jembatan, sepertinya pada zaman dahulu waktu benteng ini di bangun terletak di tepi Laut/pantai. Sebelum memasuki bangunan ini pengunjung diwajibkan membayar iuran masuk sebesar Rp 2500,- untuk dewasa dan Rp 1500,- untuk anak - anak. Sebelum memasuki Bangunan utama Benteng Marlborough, pengunjung disambut oleh 4 batu nisan di kanan kiri pintu masuk (a.n. Henry Stirling, Cap. Iames Cuney, George Shan (Son of M Thomas Shan),Richard Watts).


Batu nisan ini dipindahkan dari Pemakaman Inggris di Fort York
“Richard Watts Esq.
Sometime of Council for the
Right Honourable Company Affairs
In the Fort St. George
And in the year 1699 came
over Deputy Governor of this place
And in … years after
Made by … from
The Company the First President of this Coast
In this Station he departed
This life December 17th 1705 and
In the 44th years of his age”.
*note = keterangan ini sumber http://mahandisyoanata.multiply.com, sedangkan fotonya aseli saiya yg ambil langsung :D



“George Shaw
Son of
Mr. Thomas Shaw
Of London Merchant;
After he had served the Right Honourable Company
as Factor in Fort St.
George for some time;
Came over in the year 1699
served of this place
In this Station he continued
Until has removed by the death, April 25th 1704
Atatis 28”



“Here
Lyeth Interrd the
Body of
Cap. James Cuney
Who departed this
Life
February 7th 1737
A.Aetatis 36”


“Here
lies interred
the body
of
Henry Stirling
Late Council at Fort Marlborough on this coast
He was ninth son of
James Stirling of Key Esq.
And the honourable
Mr. Maron Stewart
of the Kingdom of Scotland and Departed
this life on first day
of April 1744
Aged 25 years”

Setelah itu sebelum melewati jembatan kedua akan ditemukan 3 makam yaitu Residen Gubernur Thomas Parr, Assisten Residen Charles Murray, dan tidak dikenal.
Pada masanya benteng ini merupakan Kantor Dagang Inggris, East India Company.



Di Dalam benteng ini kita bisa mengetahui bahwa selain Marlborough di Propinsi Bengkulu pada zaman penjajahan Inggris juga mempunyai Fort York dan Fort Anna.
Pada Tahun 1682, Belanda (VOC) mampu mengungguli The Honourable East India Company (EIC), khususnya setelah tercapai kesepakatan antara VOC dengan kerajaan Banten mengenai monopoli perdagangan rempah - rempah. Hal ini memaksa EIC keluar dari Jawa dan mencari tempat pangkalan baru yang secara politik dan militer dapat menguntungkan mereka dalam perdagangan rempah - rempah.



Pada awalnya mereka berkeinginan untuk mendirikan perusahaan dagang di Aceh, namun keinginan ini di tolak oleh Ratu Aceh , Sultana Zaqiyat-ud-udin Inayat Shah. Penolakan ini membuat EIC berpaling ke wilayah lain yang bersedia untuk menerima mereka, yakni Pariaman dan Barus di Sumatera Barat. Keinginan kedua wilayah ini menerima EIC didorong oleh ketakutan terhadap kekuatan Belanda yang sangat agresif. Namun pada akhirnya pilihan EIC jatuh kepada Bengkulu.

FORT MARLBOROUGH


"Sir Stanford Raffles"

Menurut catatan sejarah Fort Marlborough dibangun pada kurun waktu tahun 1714 - 1719 M. Di bangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Yoseph Collet. Pada tahun 1712, Joseph Collet, Deputi Gubernur yang baru ditunjuk meminta izin kepada pemerintah Inggris untuk menghancurkan benteng York dan mendirikan benteng baru di tempat yang berbeda. Bangunan pertahanan yang baru ini harus luas untuk menyediakan sarana akomodasi dan dan fasilitas bagi tentara dan pegawai sipil benteng. Joseph Collet menamai benteng tersebut dengan nama "Marlborough" untuk menghormati Jhon Churchill seorang bangsawan Inggris yang mendapat gelar Duke of Marlborough karena jasanya telah memenangkan perang di Eropa pada tahun 1700-an. Jhon Churchill memulai kariernya sebagai prajurit Kerajaan Inggris, yang karena prestasi dan keberaniannya akhirnya mendapat promosi dari mentornya, James The Duke of York.
Pada saat James The Duke of York naik tahta menjadi raja Inggris pada tahun 1685, Jhon Churchill banyak berperan dalam menghancurkan pemberontakan the Duke of Monmouth. Sepanjang hidupnya Jhon Churchill terlibat banyak pertempuran diantaranya Monmouth Rebellion, Battle of Sadgemoor, Nine Years War, Battle of Walcourt, War of the Spanish Succesion, Battle of Schellenberg, Battle of Bleinheim, Battle of Elixheim, Battle of Ramillies, Battle of Oudenarde, Battle of Malplaquet. Jhon Churchill lahir di Devon 26 May 1650 dan meninggal di Windsor Lodge pada 16 Juni 1722.


"Jhon Churchill The Duke of Marlborough"

Benteng Marlborough sesungguhnya bukan sekedar benteng pertahanan militer, karena dibangun demi kepentingan perdagangan, penjamin kelancaran suplai lada bagi perusahaan dagang Inggris, East India Company,serta pengawasan jalur pelayaran dagang melalui selat sunda. Bengkulu merupakan ibukota presidensi (kumpulan wilayah residen) Inggris di pesisir barat Sumatera yang dikendalikan dari benteng Marlborough.
Fort Marlborough dihuni oleh pegawai sipil dan tentara Inggris. Dalam catatan British Library, Oriental and India Office Collections tahun 1792 terdapat 90 orang pegawai sipil dan militer yang tinggal dan bekerja di dalam benteng Marlborough. Para petinggi atau perwira senior tinggal dalam lingkungan benteng bersama keluarga. Benteng ini menyerupai hunian dalam kota kecil dengan tembok tebal. Seperti layaknya kehidupan bermasyarakat, catatan - catatan menyangkut pernikahan, pembaptisan, dan kematian "penduduk" benteng ini masih tersimpan.

FORT YORK

Fort York dibangun di sebuah Bukit Kecil di Muara Sungai Serut pada tanggal 12 Juli 1685. seperti Belanda, Inggris juga merasa perlu mendirikan bangunan pertahanan, sehinggai didirikanlah benteng yang dinamakan Fort York. Bangunan ini murni berfungsi sebagai benteng pertahanan utama Inggris. Karena letak benteng didekat Sungai dan rawa mangrove, lokasi yang tidak sehat ini sering menimbulkan berbagai macam penyakit sehingga banyak prajurit dan pegawai sipil Fort York meninggal, sehingga benteng ditinggalkan dan terbengkalai. Sekarang situs ini hanya menyisakan puing - puing karena tergerus aliran sungai dan diatasnya telah berdiri beberapa bangunan.

FORT ANNA

Selain Fort York dan Fort Marlborough,di Bengkulu Utara juga terdapat benteng Inggris yang terletak di pinggir selatan Sungai Selagan. Menurut tulisan T.C. Bagaardt tanggal 31 Maret 1840, benteng ini didirikan kurang lebih tahun 1798 dengan nama Fort Anna oleh Mr Camiel. Anna merupakan nama dari Keningin Anna van England.
Lokasi benteng ini sekitar 276 KM dari kota Bngkulu atau sekitar 6 jam perjalanan. Pada tahun 1810 terdapa dua orang Inggris yang tinggal dalam benteng Anna bernama Tamasan Bertis dan Masterin yg berprofesi sebagai guru, tetapi tidak ada keterangan siapa murisnya pada masa itu. Pada lokasi situs terdapat 2 meriam dengan panjang 2.9 m dan diameter laras 11 cm.

Tugu Thomas Parr.



Tugu ini merupakan peringatan pemerintah Inggris kepada Residen Thomas Parr yang tewas terbunuh. Parr seorang residen yang memerintah dengan tangan besi.

Di Benteng ini juga ditemukan artikel tentang Bengkulu dan Singapura yaitu "Bengkulu and Singapore: Tales of Two Cities, Legacies of Raffles".
(cerita lengkapnya nanti dilanjutkan)

Share

0 komentar:

Ikuuuut yuuuuks ........