Wednesday, March 11, 2009

Tower Kamuflase (Stealth Tower)

Setiap minggu dosen saya menanyakan tentang apa yang akan saya majukan untuk Thesis, bingung mo jawab apa. Sebenarnya waktu memutuskan untuk kuliah kembali dan mengambil jurusan Manajemen Infrastruktur, saya sudah berangan - angan untuk membahas tentang infrastruktur telekomunikasi. Mengingat saya sudah 3 tahun berkecimpung didunia tower (hehehe). Tetapi setelah tiba waktunya untuk mengajukan case Thesis, saya malah jadi bingung mau membahas tentang apa dan memulainya darimana (fiuuuhhh..).
Kemaren sehabis sholat zhuhur saya menodong adda untuk diskusi tentang tower. Tentang pengaruh pembebanan terhadap profil dan pondasi konstruksi,pengaruh geografi terhadap jenis konstruksi,sampe tentang tata ruang yang menyebabkan dikeluarkannya Permen tentang Tower Bersama (Sharing Tower) dan tower kamuflase.
Jenis - jenis tower yang biasa kita lihat seperti tower Pembangkit tenaga listrik, tower radio/TV, tower milik angkatan bersenjata, tower telekomunikasi selular. Yang terakhir ini dalam dasawarsa terakhir sangat menjamur yang disebabkan oleh persaingan bisnis antar operator untuk merebut hati customernya. Untuk daerah perkotaan terutama dipusat perdagangannya dapat kita temukan, hampir disetiap ruko, telah berdiri dengan angkuhnya Mini Tower konvensional, monopole, pole dari operator - operator telekomunikasi. Karena banyaknya operator yang membutuhkan space tower menyebabkan harga sewa dan beli lahan tidak sesuai dengan NJOP.
Hasil dari searching dengan oom google tentang tower, ternyata tower - tower di Indonesia adalah jenis tower latice, tower konvensional yang hanya di pakai oleh negara dunia ketiga (info dari adda jg ), malah di china di kota nanjing pemerintah dan swastanya membangun tower - tower tinggi yang artistik, seperti kata pepatah sekali dayung dua pulau terlampaui(nyambung gak sich... hehehehe), satu tower mempunyai multifungsi sebagai tower telekomunikasi, landmark kota, dan tempat wisata.

Sebagai pengetahuan, Tower telekomunikasi itu ada beberapa jenis :
1. Latice tower, atau sering disebut Self Supporting Tower
biasanya type 3 leg dan 4 leg
Jadi inget waktu ditanya ama dosen "kenapa tower dengan ketinggian diatas 70 m mempunya bentuk 4 kaki?" mikir sebentar "Biar lebih stabil pak". Dosennya manggut - manggut, senangnya gak jadi di omelin :)



2. Monopole atau pole
Untuk Rooftop biasanya ketinggian 12 m, 9 m, 6 m
sedangkan Greenfield biasanya ketinggian 36 m




3. Guyyed Mast
Height : 62 m, 72 m
W = +/- 0.5 m
< = +/- 60o





4. Tower kamuflase (stealth tower)
Tower kamuflase ini lebih mahal dibandingkan dengan jenis tower yang ada di Indonesia, karena menggunakan material - material tertentu untuk menyamarkan perangkat dan bentuk tower itu sendiri.







Menjamurnya tower - tower telekomunikasi menyebabkan sebuah kota menjadi seperti hutan tower. Oleh karena itu pemerintah mulai mengeluarkan peraturan untuk pengaturan tentang pendirian tower bermula dengan dikeluarkannya Permen NOMOR: 02/PER/M.KOMINFO/3/2008 tentang Tower Bersama.
Dan kemudian mulai bermunculan ide - ide untuk menggunakan tower kamuflase seperti dinegara - negara maju. Baru - Baru ini (lat di TV lho) ada penanda tanganan perjanjian antara salah satu operator dengan dewan masjid untuk penggunaan tower masjid sebagai tower telekomunikasi.

menurut info dari oom google juga (sorry lupa addressnya...), antena telekomunikasi dapat ditempat di
1. Gedung bertingkat



2. Menara Masjid
3. Menara Gereja
4. Tiang Listrik
5. Billboard



6. Lumbung Padi (di Bali : Kulkul)
7. Menara PLN
8. Lampu Penerangan Jalan
9. Tiang Bendera
10. Bell Tower
11. Tower Jam (kayaknya jam gadang di Bukit Tinggi bisa dipakai buat nempelin RBS Antena)

Info dari dunia maya kalo Ericsson mulai menjajal Base Tranceiver Station (BTS) yang disainnya lebih cantik dan ramah lingkungan. BTS bernama Tower Tube ini menggunakan tenaga angin sebagai sumber energinya.
Bentuknya tidak seperti BTS yang banyak dijumpat saat ini yakni berupa kerangka besi. Tower Tube dibungkus oleh lembaran logam, namun masih menggunakan kerangka empat kaki seperti BTS pada umumnya.



Agar tata ruang kota tetap terjaga sekarang kembali kepada ketegasan pemerintah terhadap operator - perator telekomunikasi untuk menegakkan peraturan pemerintah.
Sanggupkah operator itu mengganti tower - tower mereka dengan stealth tower, saya kira sangat sanggup mengingat keuntungan yang telah mereka keruk dari para pelanggannya.

Share

6 komentar:

ido said...

wah, baek banget udah nyempetin nulis ini. aku pas lg butuh bgt, n ga sempat nyari bhn. thanks yach...

Anonymous said...

hubungi Sdr. Hariadi 08888-222-796 beliau ahli menara kamouflase

Anonymous said...

Sekedar informasi, kalau menara kamuflase adalah semua orang bisa mendesainnya, yang penting adalah Spesifikasi Bahannya itu sendiri. Alhamdulillah kebetulan kami tim sudah 18 Site kamuflase tower sudah tepasang di Indonesia untuk Operator yang No1 diIndonesia,

Anonymous said...

Camouflage itu segala sesuatunya harus dihitung, dari segi kekuatan baik kekuatan tower maupun kekuatan kamuflasenya... tapi yang lebih tahu anda bisa telepon saja ke 022-70722681 Bram

Anonymous said...

Bram say " Untuk info tower kamuflase dapat menghubungi email hasnul_nasmar@yahoo.com atau hasnul@wku-online.co.id "
Terima kasih
Wassalam

Anonymous said...

tower kamuflase itu curang..
hehehehe..

piss ah

Ikuuuut yuuuuks ........