Wednesday, February 4, 2009

Demokrasi

Kata 'Demokrasi' seringkali kita dengar baik itu dari TV, Radio atau kita bisa mendapatkannya di koran - koran, majalah, tabloid dan yang paling canggih jaman ini adalah internet.
Apalagi sejak tahun 1998, 'yang katanya' bermulanya jaman Reformasi yang menurut saya tidak memberikan perubahan kepada negeri ini ke arah yang lebih baik malah kita dapat menemukan di depan mata kepala kita sendiri pelanggaran - pelanggaran hukum. Yang membuat hati miris adalah pelanggaran oleh orang - orang yang dipercaya oleh rakyat untuk mewakili suara mereka di parlemen. Kita dapat mendengarnya dari TV, Radio, dapat di baca di koran, malah seluruh media membahasnya setiap hari.
dan menurut saya sebagai orang awam yg hanya mampu mengamati dan merasakan ketidak adilan yg ada di negeri tercinta ini, pada alam demokrasi di negeri tercinta ini (menurut orang - orang yg mengaku ahli reformasi dan demokrasi lho......), jaman dimana orang - orang yang haus kekeuasaan berlomba - lomba untuk mendapatkan kekuasaan dari tingkat paling rendah yaitu Kepala Desa sampai Presiden.
Sebagian orang meng-artikan kata'demokrasi' ini sebagai 'demo' seperti kalo keinginan gak tercapai maka melakukan demo/ pengerahan massa besar - besaran yang mengarah ke anarkis.
yang paling memalukan adalah demo yang dilakukan oleh mahasiswa dengan mengeluarkan sumpah serapah, membawa senjata tajam, saling lempar dengan aparat dan pengrusakan fasilitas umum, penganiayaan. Yang menurut saya yang pernah menjadi mahasiswa (sekarang menjadi mahasiswa lagi... :)), bukankah mahasiswa itu adalah orang - orang yang terdidik, yang tidak akan mengeluarkan sumpah serapah layaknya preman pasar, memaksakan kehendak dengan cara penganiayaan serta merusak fasilitas umum. Bukankah ada cara yang lebih baik, lebih terdidik untuk mengeluarkan pendapat. Apakah semuanya bisa diselesaikan dengan anarkisme?.
Sampai kapan kata demokrasi diidentikkan dengan 'demo'?

Share

0 komentar:

Ikuuuut yuuuuks ........