Tuesday, February 17, 2009

Penting mana Penampilan dan Kepuasan atau Kesehatan?

Penting mana Penampilan dan Kepuasan atau Kesehatan?
Pertanyaan ini muncul setelah saya turun dari angkot pagi ini. Sumpah dech perjalanan ke kantor pagi ini menyiksa buanget. Karena belum ada pilihan angkot lain sedangkan saya dah diburu oleh waktu.
Pagi ini saya satu angkot dengan seorang cewek cantik dengan dandanan yg modis dan rambut yang tertata dan 3 orang - orang Bapak - Bapak dengan rokok masing - masing yang asapnya mengepul seperti asap cerobong kereta api uap jaman kolonial Belanda.
Yang sangat disayangkan adalah ketiga Bapak - Bapak itu walaupun muka saya dah merah kayak kepiting rebus karena menahan sesak nafas, tetapi beliau - beliau itu tidak peduli sama sekali.
Mereka lebih memilih memuaskan diri mereka dengan menghisap asap rokok itu dan menyemburkannya kedepan mukaku, bisa dibayangkan angkot itu penuh dengan asap rokok. Yang lebih disayangkan lagi adalah cewek cantik yang duduk disebelah saya, untuk menjaga penampilan rambutnya yang sangat - sangat tertata itu tidak mengjinkan saya untuk membuka jendela, karena setiap saya membuka jendela untuk membiarkan asap rokok sebagian keluar dan menggantinya dari udara luar, si doi karena rambutnya tertiup oleh angin dengan mukanya sepertinya kurang ramah kepada saya (sungguh gak bermaksud su'udzon....) langsung menutup jendela angkot dengan rapat.
Dan sepertinya yang didalam angkot itu yang sangat tersiksa adalah saya sendiri. Karena 3 orang Bapak - Bapak yang perokok aktif itu sangat - sangat enjoy dengan rokok masing - masing tanpa ada rasa peduli dengan orang lain. sedangkan si cewek cantik sepertinya tidak merasa terganggu sama sekali dengan asap rokok tersebut. tinggal saya dech yang dah sesak nafas.
Saya sesaat diangkot tadi jujur aja kesal buanget dengan ketiga Bapak - Bapak yang perokok aktif tanpa memikirkan orang lain yang menjadi perokok pasif, bukannya perokok pasif lebih dirugikan ?. Dan kekesalan saya juga tertuju kepada si cewek cantik yang duduk disebelah saya, eits... saya bukan kesal dengan kecantikan yang dikaruniakan Tuhan kepada doi karena saya sangat mensyukuri apa yang telah ALLAH berikan kepada saya, Alhamdulillah saya dikaruniakan hidayah oleh ALLAH untuk menjaga izzah saya sebagai seorang muslimah. Saya kesal dengan sikap apatis si cewek tersebut.
Saya tidak tahan dengan asap rokok karena dikeluarga saya juga tidak ada yang merokok baik itu ayah, kakek, maupun paman/pakcik saya.
Kalo dilihat dari kerugian yang disebabkan oleh rokok ini terhadap kesehatan Makhluk ALLAH, saya sangat mendukung fatwa MUI untuk mengharamkan rokok.
Saya sering membaca komen dan mendengar komentar dari orang - orang terutama para perokok ketika fatwa MUI keluar, mereka menolak fatwa dengan alasan "HAM" Hak Asasi Manusia, bukankah orang yang tidak merokok juga mempunyai Hak Asasi Manusia juga untuk mendapatkan kehidupan yang sehat tanpa bahaya dari Asap Rokok.
Title "Perokok" bukan saja disandang oleh orang yang pendidikan rendah tapi juga di sandang oleh orang bergelar 'Mahasiswa', Teknokrat, Pejabat, orang - orang yang mempunyai pendidikan tinggi yang mengetahui tentang bahaya merokok.



gambar dar http://halaqohdakwah.wordpress.com/2008/07/21/fakta-mengejutkan-tentang-rokok/
Begitu Pentingkah Penampilan dan Kepuasan dibandingkan dengan Kesehatan?
Ironis bukan........?

Share

3 komentar:

duratia said...

wah, biasanya saya tinggal tutup hidung aja, mereka pada matikan rokok.

Masalah rokok ini emang sulit, banyak banget politisnya. Pemerintah di posisi yang sulit kayaknya. Anehnya, banyak ulama yang tidak sepaham mengenai rokok ini.

clairvoyant*ling said...

Kita punya keluhan yg sama soal rokok!

Norma ^_^v said...

banyak yang gak sepaham karena mereka sudah kecanduan sm nikotin dan belum merasakan akibat/kerugian yg besar (biasanya nich kerugian dari kesehatan) dan biasanya nich baru merasakan kerugian setelah divonis oleh dokter.

Ikuuuut yuuuuks ........